MOOIMOM Silicone Breast Pump, Menampung ASI Tanpa Rasa Sakit

MOOIMOM Silicone Breast Pump, Menampung ASI Tanpa Rasa Sakit. Tidak terasa adik Syafiq usianya sudah 3 bulan dan alhamdulillah ASI eksklusif sampai sekarang. Ngomongin soal menyusui, ASI aku tuh sering merembes sampai bikin baju basah padahal aku sudah pakai breast pad. Sedih deh kalau sudah begini, karena ASI itu kan berharga banget. Terus ada salah satu sahabat yang menyarankan agar ASI-nya ditampung saja untuk stok ASIP. Wah iya juga ya daripada terbuang sia-sia kan. Nah kali ini aku mau Review MOOIMOM Silicone Breast Pump yang aku gunakan untuk menampung ASI yang bocor.

MOOIMOM Silicone Breast Pump menampung ASI tanpa rasa sakit

Anyway, kok bisa sih ASI-nya sampai bocor begitu? Sama seperti kedua kakaknya, Syafiq ini menyusunya memang semangat sekali. Ketika menyusui, aku tuh selalu menanti-nanti momen dimana payudara aku seperti kesetrum. Bukan kesetrum listrik beneran ya moms, sensasi kesetrum ini dikenal dengan nama Let-Down Reflect (LDR), yaitu reflek tubuh yang bikin ASI langsung mengalir deras. Reflek ini muncul pada kedua payudara saat disusui. 

The problem is, Syafiq kan menyusunya hanya di satu payudara saja, sedangkan payudara satunya lagi yang tidak disusui juga mengeluarkan ASI. Itulah sebabnya kenapa ASI-nya bocor sampai merembes moms. 

MOOIMOM Silicone Breast Pump, solusi menampung ASI dengan mudah

Setiap tetes ASI sangat berharga. Meskipun saat ini aku bekerja dari rumah, aku tetap menyimpan beberapa kantong ASI perah di freezer. Ya buat jaga-jaga aja kalau misalnya aku harus pergi dan si baby ditinggal di rumah. 

Selama ini, ASI yang bocor ini terbuang begitu saja. Padahal kalau ditampung dan dikumpulkan mungkin bisa dapat satu kantong ASI tuh. Lumayan banget kan untuk menambah stok. Alhamdulillah aku ketemu solusinya nih, yaitu menggunakan MOOIMOM Silicon Breast Pump untuk menampung ASI bocor. 

MOOIMOM Silicone Breast Pump review

MOOIMOM Silicone Breast Pump ini punya banyak kelebihan yang bikin hidup emak jadi simpel anti ribet saat menampung ASI, yaitu: 

1.Bisa dipakai kapan saja.

Selama pandemi ini, aku mengajar dari rumah. Saat mengajar, kadang payudara terasa penuh dan kencang. Maklum saja, durasi mengajar aku biasanya berkisar antara 1,5 jam - 3 jam. Kalau lagi mengajar, tentu saja aku tidak bisa menyusui langsung dong (ya kali gitu nge-zoom sambil nyusuin). Aku juga tidak bisa pumping karena kebetulan aku hanya punya pompa ASI manual. Kebayang dong ribetnya kalau satu tangan harus mompa terus tangan satunya lagi harus mengetik. 

MOOIMOM Silicon Breast Pump jadi penyelamatnya deh karena aku bisa pakai dibalik baju dan nggak perlu ribet pegang. Sembari mengajar, ASI pun tertampung dengan aman.

2.Bisa digunakan tandem sambil pumping dengan pompa ASI elektrik maupun manual

MOOIMOM Silicone Breast Pump ini juga bisa dipakai berbarengan dengan pompa ASI lho. Biasanya aku menggunakannya ketika malam hari payudara terasa penuh tetapi adik Syafiq udah tidur pulas.

3. Bisa digunakan sambil menyusui langsung.

Pengalaman dulu waktu menyusui kedua kakaknya Syafiq, aku pakai pompa ASI elektrik dan suaranya lumayan berisik sampai bikin bayi terbangun. Nah dengan MOOIMOM Silicone Breast Pump aku tidak perlu kuatir adik Syafiq terganggu tidurnya atau saat dia menyusu karena ya se-simpel itu produknya. 

menyusui langsung sambil menampung ASI yang bocor
Direct breastfeeding sambil menampung ASI yang bocor

4. Lengkap dengan suction cup dan cover lid 

Balik ke cerita soal menampung ASI saat mengajar. Ketika aku sedang mengajar, tidak terasa ASI yang tertampung di dalam Silicone Breast Pump sudah penuh. Untungnya SBP MOOIMOM didesain dengan suction cup di bagian bawah sehingga bisa menempel di meja komputer aku tanpa kuatir tumpah kalau kesenggol. Selain itu, pompa ASI silikon ini dilengkapi dengan penutup untuk mencegah debu dan kotoran masuk ke dalam. 

Bebas rasa sakit saat menampung ASI dengan MOOIMOM Silicone Breast Pump

Ngomongin soal menyusui, ukuran puting aku bisa dibilang cukup besar. Hal ini membuat aku harus memperhatikan dengan detil ukuran corong pompa ASI yang aku pakai. Salah pilih ukuran bisa berakibat rasa sakit pada puting dan menyusui pun jadi tidak nyaman.

Ilustrasi pentingnya memilih ukuran corong pompa ASI yang tepat

MOOIMOM Silicone Breast Pump memiliki desain mulut yang ergonomis dengan diameter 8.5 cm  sehingga sesuai dengan berbagai ukuran dan bentuk payudara. 

Bahan silikon yang digunakan adalah 100% food grade silicone yang lembut sehingga MOOIMOM Silicone Breast Pump tidak akan menyebabkan iritasi, terutama pada area sensitif seperti payudara dan puting. Jadi, menampung ASI bisa dilakukan dengan nyaman dan tidak sakit. 

corong pompa ASI silikon MOOIMOM yang nyaman
Corong pompa ASI Silikon MOOIMOM yang nyaman dan tidak sakit.

Cara menggunakan pompa ASI silikon MOOIMOM

Sebagai anggota anti ribet ribet club, SBP MOOIMOM cocok banget deh karena penggunaannya mudah. Cukup 3 langkah saja, ASI bisa ditampung dengan efektif dan efisien. Berikut ini cara menggunakannya:

  1. Tekan bagian bawah silikon, pastikan menekannya di bawah dekat suction cup-nya ya. 
  2. Tempelkan corong silikon ke payudara dan atur posisinya agar pas. Setelah itu lepaskan agar muncul daya hisap. Daya hisap inilah yang membuat ASI keluar dan tertampung di dalam silikon.
  3. ASI yang tertampung di dalam silikon bisa langsung dipindahkan ke botol atau simpan di kantong ASI untuk stok di freezer. Aku pakai kantong ASI dari MOOIMOM juga lho yang punya double ziplock untuk mencegah tumpah dan sudah steril.  
menyimpan ASI hasil tampungan ke kantong ASI

Cara merawat MOOIMOM Silicone Breast Pump

Setelah selesai pumping, idealnya semua spare part harus dicuci bersih dan disterilkan. Itu idealnya ya. Namun terkadang aku tuh suka nggak sempat, entah karena kesibukan atau karena rasa malas yang melanda (please ini jangan dicontoh ya)

Sejak pakai Silicone Breast Pump dari MOOIMOM, tidak ada lagi tuh rasa malas karena perawatannya sangat mudah. MOOIMOM Silicone Breast Pump cukup dibersihkan seperti mencuci gelas biasa. Pastikan moms menggunakan sabun khusus untuk mencuci peralatan makan bayi yaa. Setelah dicuci, proses sterilisasi bisa dilakukan dengan cara direndam air panas, dimasukkan ke steam sterilizer, microwave, atau UVC LED Sterilizer.

Selain terbuat dari 100% food grade silicone, SBP juga tidak mengandung BPA, PVC dan Phthalate sehingga mampu menahan suhu rendah -20 dan suhu tinggi 250°C. Jadi moms tidak perlu kuatir ya kalau mau steril dalam suhu tinggi. Setelah selesai disteril, biasanya SBP ini aku masukkan ke dalam kotak lalu aku masukkan ke dalam lemari es agar tetap steril dan siap digunakan.

Durasi sterilisasinya cukup 3 menit saja dan seminggu sekali ya moms. Ini bertujuan agar kualitas bahan silikonnya tetap terjaga baik dan awet. 

Sterilisasi MOOIMOM Silicone Breast Pump cukup 3 menit saja dan dilakukan seminggu sekali untuk menjaga agar kualitas bahan silikonnya tetap baik dan awet. 


***


Jujur aku sangat terbantu dengan adanya MOOIMOM Silicone Breast Pump. Tidak ada lagi deh drama baju basah karena kena rembesan ASI. Dengan ukuran yang mungil dan desain simpel membuat pompa ASI ini mudah disimpan dan dibersihkan. Dan yang paling penting tentu saja ASI bisa tertampung dengan efektif tanpa rasa sakit

Buat para moms yang ASI-nya suka bocor saat menyusui atau buat moms yang ingin menampung ASI dengan mudah, MOOIMOM Silicone Breast Pump ini bisa jadi solusi yang tepat. Harganya pun terjangkau, yaitu Rp 149,000 dan bisa dibeli di www.mooimom.id

Semoga review ini bisa membantu moms semua yaa dan makin semangat mengASIhi. See you on my next post!

Tidak ada komentar