Clodi (Cloth Diaper) : Persiapan kelahiran si kecil

clodi bayi popok kain praktis hemat biaya ramah lingkungan

Tidak terasa kehamilan ketiga ini sudah memasuki usia 7 bulan. InsyaAllah saya akan segera berjumpa dengan si kecil 2 bulan lagi (awal Agustus). Tentu saja saya sudah mulai mempersiapkan banyak hal untuk menyambut kelahiran si kecil. Berbeda dengan kakaknya, persiapan lahiran kali ini saya fokus pada popok clodi atau cloth diaper. 

Clodi vs popok kain, serupa tapi tak sama

Cloth diaper, atau yang sering disingkat clodi sebetulnya adalah popok kain. Dari zaman ibu dan nenek kita pun pakai popok kain. Terus bedanya apa? clodi popok kain ini bisa dibilang lebih praktis jika dibandingkan popok kain jadul yang menggunakan tali. 

Kenapa saya menggunakan clodi (cloth diaper)

Oya, alasan saya menggunakan clodi tentu saja karena saya tidak ingin menambah limbah pospak. Saat itu limbah pospak memang menjadi concern karena tidak bisa/sulit didaur ulang. Sebagai mantan mahasiswa Biologi yang belajar tentang ekologi dan konservasi tentu saja saya tidak mau ambil peran dalam menambah sampah bumi. 

Pengalaman menggunakan clodi pada kedua anakku 

Saya mengenal clodi ketika mas Deniz bayi. Di tahun 2010, cloth diaper (clodi) memang sedang booming. Aku masih ingat saat itu belum banyak merek clodi lokal yang diproduksi. Kebanyakan clodi yang beredar di Indonesia adalah clodi import yang harganya selangit (untuk budget saya yaa). Sebut saja Rumparooz, Blueberry, Charlie Banana, dan masih banyak merek lainnya. Merek lokal ada sih, tapi tidak banyak pilihan. 

Mas Deniz di usia 3 bulan pakai clodi Cluebebe Coveria

Balik lagi ke masa mas Deniz masih bayi. Terbatasnya merek clodi lokal membuat saya mau tidak mau masih menggunakan popok sekali pakai (pospak). Saking kepinginnya bisa pakai clodi, saya menabung untuk membeli clodi import merek Flip. Dari sejak lahir sampai lulus toilet training, bisa dibilang mas Deniz menggunakan clodi 70% dan pospak 30%. 

Di tahun 2014, Zinan lahir ke dunia. Berbekal pengalaman menggunakan clodi saat mas Deniz bayi, saya bertekad agar Zinan juga bisa menggunakan clodi. Saat Zinan bayi, banyak clodi lokal dengan kualitas baik yang bisa dipilih seperti clodi Sobi, clodi Babyland, GG, Pokado, dan beberapa merek lainnya. Harganya pun lebih terjangkau dibandingkan saat mas Deniz bayi. 

Zinan waktu usia 2 minggu pakai clodi newborn GG

Baca juga: Facts about my pregnancy

Model clodi juga semakin inovatif dengan banyak pilihan motif yang bikin gemas. Tidak hanya itu saja, insert/soaker tersedia dengan berbagai pilihan material seperti litty, hemp, charcoal, dan microfiber. 

Selama Zinan menggunakan clodi, banyak blogger yang mengulas dan berbagi ilmu tentang clodi. Dari hasil membaca tulisan blogger luar negeri dan dalam negeri, plus stok clodi yang cukup, alhamdulillah Zinan bisa pakai clodi hampir 90% selama 2 tahun hingga lulus toilet training. Pospak masih dipakai sesekali dalam kondisi terpaksa (cucian clodi tidak kering, saat bepergian, dll). 

Zinan usia 3 minggu pakai clodi Cluebebe

Persiapan kelahiran si kecil, yakin bisa 100% pakai clodi

Dengan track record penggunaan clodi yang cukup memuaskan, saya yakin si kecil bisa menggunakan clodi 100%. Malu dong masa kakaknya saja bisa berhasil pakai clodi (meskipun belum maksimal) tetapi si kecil tidak pakai clodi? 

Selain itu, kondisi kita yang saat ini dikepung oleh virus Corona membuat saya semakin yakin untuk menggunakan clodi. Alasan utamanya tentu penghematan biaya. Di tengah pandemi ini, saya harus benar-benar jeli mengatur keuangan keluarga. Sayang kan kalau uangnya terpakai untuk membeli pospak? Sudahlah mengeluarkan uang, eeh nambahin sampah pula. 

Perjalanan mencari clodi terbaik untuk si kecil

Dari trimester kedua saya sudah mulai membongkar pakaian mas Deniz dan Zinan yang tersimpan di gudang. Sayang sekali beberapa clodi popok bayi yang dulu mereka gunakan kondisinya sudah tidak layak lagi (karetnya sudah kendor dan lapisan PUL-nya sudah mulai mengelupas). Wajar sih, clodi mereka memang sudah berumur lebih dari 6 tahun. Mau tidak mau, saya harus membeli clodi lagi nih. 

DI masa karantina ini, e-commerce menjadi tempat saya hunting clodi untuk si kecil. Setelah window shopping di beberapa e-commerce, ternyata dunia per-clodi-an semakin marak. Ini bisa dilihat dari banyaknya merek lokal yang bermunculan. Harga clodi yang ditawarkan pun bervariasi, bahkan ada satu merek yang harga satu set clodi-nya hanya 20 ribu! Wow banget kan. Senang rasanya, ini bisa jadi indikator kalau semakin banyak ibu di Indonesia yang peduli dengan lingkungan. 

Unfortunately, banyaknya merek clodi lokal ini tidak berbanding lurus dengan reviewnya. What I’m trying to say is sedikit sekali pengguna clodi yang membuat review, baik itu di blog maupun di Youtube. Aku hanya mengandalkan review para pembeli clodi di e-commerce (yang terkadang juga kurang valid). 

Clodi, beli baru atau preloved ya? 

Karena banyak merek clodi lokal dengan review terbatas, saya memutuskan untuk membeli clodi dengan merek yang mas Deniz dan Zinan pakai (Sobi, Cluebebe, GG, Babyland). Ada juga beberapa merek clodi yang bagus yang ingin saya coba berdasarkan rekomendasi beberapa teman seperti Mini Kinizz dan Pempem. 

Mbak Dewi (@weddewi), salah satu penggiat zero waste lifestyle, sempat membuat IGS tentang clodi yang dia pakai. Tanpa pikir panjang saya pun mengomentari IGS tersebut. Dari obrolan kami di IG, mbak Dewi memberikan saran untuk menggunakan preloved clodi. Wah, iya juga ya. Kok saya tidak kepikiran ke sana. 

Clodi second clodi preloved harga terjangkau
Beberapa clodi preloved yang aku beli. Clodi polkadot itu clodi punya mas Deniz

Ya namanya preloved, tentu saja kemampuannya akan berbeda dengan clodi baru. Jangan harap daya serapnya sama dengan yang baru. Meskipun begitu, menggunakan preloved clodi (yang kondisinya baik) saya bisa berhemat pengeluaran untuk clodi sekaligus mengurangi sampah. 

Clodi yang saya beli untuk si kecil

Karena clodi baru harus di cuci minimal 3x, terutama untuk insert/soaker sebelum mencapai daya serap maksimal, saya sudah mulai hunting clodi dari bulan Maret lalu. Semua clodi ini saya beli via e-commerce (kebanyakan sih di Shopee) dan di Instagram (untuk clodi preloved). Apa saja clodi yang sudah saya kumpulkan? Berikut ini adalah hasil belanjaan clodi saya hingga tulisan ini di-publish. 

  • Clodi Little Hippo + 1 insert microfiber (pocket) - 1pc
  • Clodi Qianquhui + 1 insert microfiber (pocket) - 1 pc
  • Clodi Babyland snap + insert microfiber (pocket) - 3 pcs
  • Clodi Sobi Minky + 2 insert microfiber (pocket) - 2 pcs
  • Clodi Klodiz Newborn Cover + 1 insert microfiber (cover) - 1 pc
  • Clodi Cluebebe Coveria Petite  + 1 insert microfiber (cover) - 2 pc
  • Clodi Lil G Newborn Coveria + 1 insert microfiber (cover) - 1 pc
  • Clodi no brand cover velcro + 1 insert microfiber (cover) - 2 pcs
  • Clodi GG Coveria Large + 1 insert microfiber (cover) - 2 pcs
  • Clodi Pempem + insert litty (pocket) - 1 pcs
clodi cloth diaper untuk bayi
Beberapa clodi yang saya beli untuk si kecil.

Selain clodi, saya juga membeli beberapa insert tambahan dan sabun lerak untuk nanti mencuci clodi. Total ada 16 clodi yang sudah saya kumpulkan sampai saat ini. Target saya sih mengumpulkan hingga minimal 20 clodi agar nanti saat mencucinya juga tidak kejar tayang macam sinetron. 

***

Itu dia clodi untuk persiapan lahiran si kecil nanti. Masih banyak yang ingin saya bahas tentang clodi, mulai dari jenis clodi, review clodi, sampai cara mencuci clodi. Tapi sepertinya saya akan tulis di postingan yang terpisah ya bu. 

Bagaimana dengan moms? Apakah moms juga menggunakan clodi untuk anak? Yuk berbagi pengalaman saat menggunakan clodi. Bagi moms yang belum/tidak menggunakan clodi, boleh juga berbagi alasannya di kolom komentar. Sampai berjumpa di tulisan berikutnya!

40 komentar

  1. Wow...zaman dulu anakku bayi dan batita, pakainya popok kain biasa yg ada talinya dan biasanya warna putih 😊 Sekarang makin keren dan bervariasi aja ya dg warna dan motif menarik clodinya. Pakai prelove atau beli baru tergantung sikon aja sih sama2 bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Clodi-nya lucu-lucu. Makasih yah udah bagian dari mengurangi sampah. Kereeeen!

    BalasHapus
  3. Rekomendasi yg bagus juga nih mbak buat ngasih kado temen2 ku yang menjelang lahiran hehe. Bagus dan ngurangin sampah juga lg ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, daripada dibeliin popok sekali pakai mending pakai ini bisa awet bertahun=tahun.

      Hapus
  4. Saya pakai clodi untuk anak kedua. Waktu anak pertama lahir belum ada trend pakai clodi. Masih pakai popok kain yang jadul

    BalasHapus
  5. amazing! aku baru tau ada popok kain...aku kira popok ya cuma kaya popok biasa itu yg kemasan hehe

    BalasHapus
  6. Itu airnya menyerap banget gak? Bisa digunakan berapa jam kalo pakai clodi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ini relatif mbak. Beda merek clodi punya daya serap yang berbeda, tergantung bahan insert-nya. Selain itu, faktor si anak apakah heavy wetter atau tidak juga berpengaruh berapa lama clodi bisa dipakai sebelum diganti. Umumnya sih clodi dengan insert microfiber bisa bertahan 3-4 jam.

      Hapus
  7. Aku belom punya anak sih, cuma ini bener-bener pilihan bgt secara sampah diaper tuh sampah yang emg bkin numpuk & mencemarin dunia. Clodi ini bisa jd pilihan ❤️

    BalasHapus
  8. Waah baru tahu Aku tuh Clodi itu udha ada juga di tahun 2010 hehe aku sempat pakai clodi utk anakku di tahun 2017 tapi ngga bertahan lama karena saat itu aku ngurus bayi nyambi kuliah/skripsi-an dan anakku dititip. :') So far aku dukung banget penggunaan clodi ini, termasuk mendukung zero waste.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tantangan menggunakan clodi ini memang di situ ya mbak. Aku juga kadang kecolongan pas anak dititip, ortu tidak mau repot jadi dipakaikan pospak deh.

      Hapus
  9. Aku Kira baru ada mens pad aja, ternyata utk bayi juga ada clodi ya,, daya serapnya sama dengan pospak y mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang lebih sama mbak untuk daya serapnya. Tapi ini juga tergantung merek sih. Sama aja kaya pospak. Merek import dan premium tentu bisa menahan pipis lebih lama, tapi kan nggak baik juga dipakai berlama-lama.

      Hapus
  10. Jadi inget deh dulu juga pakein clody sejak baby 3 bulan dan super hemat banget karena pospak cuma buat malem n jalan-jalan aja hehe

    BalasHapus
  11. bagus-bagus ya desainnya. kayaknya bisa nih buat jadi kado kalo ada temen yang lahiran :D

    BalasHapus
  12. yap sekarang udah ada clodi ya. Jaman anakku belum ada sih mba. Tapi unik juga ini ya dan desainnya juga cakep-cakep ya mba. Buat keponakan :)

    BalasHapus
  13. semoga lancar ya Mba untuk kelahirannya bayinya sehat dan ibunya juga sehat, aamiin. btw saya baru istilah clodi ini, bagus-bagus ya motifnya dna ternyata sudah banyak banget yang jual bahkan secara online, berarti clodi ini udah lama ada, terima kasih sharingnya jadi nambah pengetahuan saya tentang perlengkapan baby

    BalasHapus
  14. Wah ini kok lucuk-lucuk banget sih mbak clodinya hehe. Kalo dulu yang aku tau pakai kain gitu yang panjang, kalo sekarang lebih praktis lagi yaah hehe. Warna dan motifnya aslik kece banget hihi

    BalasHapus
  15. ah aku bercita - cita kalau besok punya anak juga mau pakai clodi demi menjaga lingkungan. tnyata banyak banget ya merkny clodi

    BalasHapus
  16. Informasinya bener" berguna sekali ini. Aku baru tau kalau ada pengganti popok namanya clodi. Boleh banget ini di share ke mama" muda, sepertinya tidak terlalu banyak yang tau soal ini.

    BalasHapus
  17. Agak kaget kalau membeli clodi preloved malah disarankan, harganya mahal dan beda jauh ya bun kalau beli baru? Maklum belum punya baby jadi kepo buat siap2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Clodi preloved justru lebih murah harganya kalau dibandingkan dengan yang baru. Kalau beruntung, kita bisa dapat clodi yang baru dipakai beberapa kali dan masih dalam kondisi bagus sekali.

      Kalau soal harga sih relatif ya. Untuk saya, clodi premium import jelas mahal karena satunya bisa sampai 200 ribu. Kalau merek lokal yang bagus sekitar 50-70ribuan. Makanya kalau bisa dapat preloved clodi dengan harga miring tentu saja membantu sekali.

      clodi Preloved di sini buat aku fungsinya lebih untuk jaga-jaga stok misalnya cucian clodi nggak kering karena hujan, nggak sempat mencuci, dll.

      Hapus
  18. Clodi itu sebenernyq bisa jd penghematan jangka panjang sih. Tp kalo hrs bolak balik cuci clodinya itu dan ga pake ART rasanya ku belum sanggup. Walo lg belajar sustainable living, yg satu ini aku ms belum bisa lepas pospak. Maafken aku bumi. 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pukpuk kak Mel, iya memang keputusan pakai clodi atau pospak tidak bisa diambil sepihak aja. Harus satu keluarga komitmen untuk pakai clodi termasuk ya menghadapi drama mencucinya. Aku cuci clodinya pakai mesin cuci kak.

      Hapus
  19. Waah seneng dapet banyak ilmu setelah baca artikel ini buat bekal nanti dan aku pun baru tau ada Clodi ini hehe

    BalasHapus
  20. Dulu waktu anak pertama dan kedua masih bayi, saya pun paling seneng hunting clodi, suka tergoda dengan dengan desainnya yang lucu-lucu, tapi memang perlu perjuangan kalau pake clodi, terutama kalau anak pup, nyucinya itu lhooo...belum keringnya juga suka lama, hehehe

    BalasHapus
  21. Mba, clodi preloved apa ga gimanaaa gitu rasanya. Kan bekas kepake ya?
    Tapi mungkin klo preloved karena ga sempat kepake gapapa kalik ya. Memang lebih ramah lingkungan nih kalau menggunakan clodi. Jadi ingat sendiri, betapa besarnya pengeluaran untuk beli pospak dan limbahnya menggunung banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sih biasa aja mbak, yang penting sebelum dipakai semua dicuci ulang dan di-stripping agar bersih. Aku juga selektif ketika beli clodi preloved, misalnya berapa lama pemakaian, bagaimana cara mencuci, sampai cek ada bercak dll atau tidak.

      Hapus
  22. aku selama ini masih pakai pospak untuk bayiku. pingin juga pakai clodi, tapi masih belum move on dengan pospak, apalagi aku kerja. tapi kayaknya bisa nih coba clodi juga. lebih hemat dan sehat ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, keputusan pakai clodi atau pospak pasti harus matang ya. Jangan sampai maksain pakai clodi tapi malah bikin stress. Semoga nanti bisa beralih ke clodi ya mbak.

      Hapus
  23. Aku prefer clodi pre-loved tapi premium daripada beli baru tapi merk biasa.
    Soalnya memang beda...yang premium ini awet dan bisa nampung pips aga banyak tanpa bocor.
    Sedangkan merk abal, baru sekali, kadang uda lembab.
    Gak nyaman untuk dede bayinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mbak Lendy. Mending preloved yang premium ya. Cuma aku lihat-lihat juga sih udah berapa lama pemakaiannya. Kalau udah kelamaan juga ya nggak jadi dibeli. Hihihi. Minimal banget aku beli merek preloved kalau lokal ya yang rada terkenal lah.

      Hapus
  24. Kayaknya belasan tahun lalu clodi ini belum ada. Hanya diapers biasa saja yang banyak dijual. Pakai clodi bisa hemat berkali lipat ya Mbak.

    BalasHapus
  25. Seneng deh lihat clodi yang lucu begini. Andai dulu anakku lahir ada clodi makin hemat pasti.

    BalasHapus
  26. Ya ampuuun disuguhin foto debay gumuusssshhh pengen gigit pipinya

    anakku kebetulan pake clodi juga, pada saat toilet training lebih mudah dan tidak mahal sih jadinya, mereka pake diapers hanya saat newborn, pada saat aku selalu bedrest dan operasi caesar

    dengan pake clodi memang awalnya kayak... ribet tapi ke sananya malah hemat dan ramah lingkungan ya

    BalasHapus
  27. seneng deh liat dedek gemes gitu dan terkait popok atau g saya kurang tau ya mb, tapi langkah ini jelas lebih baik karena mengurangi sampah

    BalasHapus
  28. Clodi seperti ini sangat baik untuk dikampanyekan menggantikan pospak, karena pospak sulit terurai. Tapi pasti banyak yang resisten ...

    BalasHapus
  29. aselik! clodi itu membantu sangat untuk kesehatan kulit bayi dan kesehatan kantong :D

    BalasHapus
  30. yeaaah clodi, anasya and athifah use it too. clodi more
    frugal and healthy even though it's a bit of a hassle.

    BalasHapus